Rss Feed

I LOVE MIA - J.P !!!

Catatan: ini bukan review, tapi mengandung spoiler soal buku Princess Diary seri ke-9, Princess Mia.

Princess Diary adalah salah satu teenlit yang saya suka. Aslinya sih udah terbit sampai seri ke-10 (Forever Princess), tapi di Indonesia baru diterbitin sampai seri ke-9 (Princess Mia ), diterbitinnya juga baru-baru ini.

Ceritanya semakin berkembang, di buku ini diceritakan kalo Mia udah putus sama Michael. DAN SAYA SENANG!!! Mungkin saya bakal ditimpuk sama ratusan penggemar Michael, tapi biarin. Entah kenapa saya kurang suka sama hubungan Mia-Michael. Gimana ya, kok kayaknya Mia terlaluuuu memuja Michael. Dan bagi saya pasangan ini ‘kurang saling mengenal satu sama lain’. Alah. Mia selalu takut suatu saat dia bakal diputuskan oleh Michael. Seperti ketika dia takut diputuskan waktu masalah ‘hadiah berharga’ itu, kok ya jadi terlihat kalau Mia ini gak begitu mengenal karakter Michael, padahal mereka udah kenal dari kecil, juga hal-hal lainnya yang bikin saya gak suka kalo Mia jadi Michael (seperti soal si Judith Geshner juga). Aduh penggemar pairing Mia-Michael jangan bunuh saya ya.

Dan, sejak John Paul Reynolds-Abernathy IV alias J.P muncul, saya jadi sukaaaaa banget sama karakter ini. Dari perlakuannya ke Mia, bisa keliatan kalo J.P ini punya perasaan ke Mia. Dan pas baca Princess Mia, saya seneeeeng banget sama endingnya. Akhirnya J.P mendapat kebahagiaan juga. Menurut saya pairing Mia – J.P ini cocok, gak berlebihan. Eh eh tapi tadi pagi saya dapet bocoran cerita buku selanjutnya dari Diaz, belum tau bener apa enggaknya sih, tapi kabarnya lanjutannya ini sangat merusak citra J.P. Huwaaaa aku benci Meg Cabot. Mungkin banyak yang kesel ya sama Meg Cabot karena Mia akhirnya putus dari Michael, sementara banyak orang yang mengidolakan pasangan ini (kecuali saya tentunya). Gak apa-apa sih mau dibikin gimana juga, tapi image J.P jangan dibikin rusak dong, dari awal juga keliatan kalo J.P itu baik dan tulusnya gak dibuat-buat.

Ah, mungkin pairing-pairing yang saya suka gak selalu bisa ditakdirkan bersama. Selain Mia-J.P ini, saya juga suka pairing Harry-Hermione, Conan-Ai, pairing-pairing yang gak mungkin bisa bersama lah. Tapi untungnya Mia sama J.P diberi kesempatan barengan dulu, kalau kelanjutannya seperti bocoran yang dibilang Diaz, kayaknya saya bakal kecewa berat deh. :(

Finally I'm Free

Lagi-lagi blog ini terlantar dan debuan *tiup debu*. Saya masih hidup kok sodara-sodara. Apa kabar? Ada yang kangen sama saya? *CUIH* Saya kangeeeen sama blog ini dan dari kemarin pengen nulis, tapi saya sendiri gak tahu mau nulis apa.

Ah jadi saya jarang ngisi blog ini karena selain gak ada ide, juga karena gak ada waktu. Bukannya sok sibuk tapi beberapa bulan belakangan ini saya emang sibuk ngurusin ospek jurusan yang berjalan sangat lama. Persiapannya udah dari bulan Juli aja dong, dan hari Sabtu-Minggu kemarin akhirnya ospek jurusan ini selesai juga. Itu artinya saya bebas!! Horeeee!! *masih ada LPJ loh pris*

Betul-betul deh saya bahagia saat ini. Berhubung kemaren-kemaren saya udah kayak orang stress gara-gara ngurusin osjur ini. Begitu banyak suka dan duka selama ngurusin osjur ini, yang kebanyakan duka-nya sih. Mulai dari harus rapat tiap hari sampe sore / malem, terus adanya tekanan dari senior2 dan alumni yang jujur bikin dengki *alah*. Sampai-sampai tugas aja keteteran gara-gara ospek jurusan ini. Boro-boro sempet nulis di blog. Tapi semua itu sudah berakhir kawan. Hidup saya sudah kembali normal. Dan akhirnya saya bisa pulang ke Sukabumi juga setelah sebulan gak pulang dan membangke di Jatinangor. Yihaaaa!!! HIP HIP HURAAAAY!!

ja, sampai sini aja. Saya mau menikmati kebebasan saya dulu :p

[J-Movie Review] Hanging Garden (Kuuchuu Teien)

Nonton film ini karena tertarik melihat nama EITA di dvd-nya, meskipun ternyata dia cuma tampil di satu scene aja. Hanging Garden (Kuuchuu teien) bercerita tentang suatu keluarga, yang terdiri dari ayah, ibu, anak laki-laki, dan anak perempuan. Bisa dibilang mereka tampak seperti keluarga ideal dan bahagia. Ada satu aturan yang diterapkan dalam keluarga ini, yaitu TIDAK BOLEH ADA RAHASIA. Segala hal dibahas dalam keluarga ini, bahkan hal-hal yang bisa dibilang tabu sekalipun. Seperti misalnya di awal film Mana (Suzuki Anne), anak perempuan keluarga itu, yang bertanya pada orang tuanya dimana tempat dia ‘dibuat’, dan dijawab dengan santai oleh ibu-nya, Eriko (Koizumi Kyoko), di sebuah Love Hotel bernama Wild Monkey. Selain itu, keluarga ini hanya mempunyai satu kunci di rumahnya, dengan alasan karena mereka “satu keluarga”.

Namun, di balik segala senyum-senyum bahagia mereka sebenarnya terdapat rahasia, seperti misalnya sang ayah yang ternyata berselingkuh dengan seorang wanita cantik (lupa namanya, diperankan Sonim) yang kemudian menjadi guru les privat anak laki-lakinya. Mana yang diam-diam datang ke Wild Monkey. Serta ibunya, Eriko, yang masa kecilnya tidak bahagia dan membenci ibunya sendiri.

My opinion:
Depressing! Film ini bener-bener bikin depresi. Jangan dilihat dari temanya yang tampak seperti “film keluarga”, film ini benar-benar kelam, menegangkan, dan super mencekam. Dari segi karakternya, masing-masing punya karakteristik yang kuat. Karakter ibu, Eriko (Koizumi Kyoko), adalah gambaran ibu yang ideal, baik dan selalu tersenyum, tapi sebenarnya punya sisi yang sangat gelap dimana dia mengalami masa kecil yang kurang menyenangkan. Untuk itulah dia hidup sesuai dengan apa yang direncanakan, punya suami yang cukup mapan, dua anak yang baik, rumah yang bagus, agar dia tidak mengalami ketidakbahagiaan seperti dulu. Namun ternyata segalanya berjalan tidak sesuai dengan rencananya. Satu kata: salut buat akting-nya Koizumi Kyoko, dia sukses meranin seorang ibu yang terlihat baik hati, namun punya sisi dark yang serem abis (well, serem buat saya). Pas adegan dia membayangkan membunuh rekan kerjanya di restoran itu, bener-bener menegangkan abis. Oiya, ketika dia berkata berkali-kali pada ibunya “ibu, kenapa kamu tidak mati saja?” juga rasanya mencekam abis. Suzuki Anne juga bagus bermain sebagai Mana yang polos dan selalu mau tahu. Dan, Eita? Saya sendiri bingung dia ngapain di sini. Di sini dia berperan jadi orang asing yang bertemu dengan Mana lalu pergi ke Wild Monkey bersama-nya. Meskipun saya ga tau gunanya karakter ini di film ini, tapi lumayan bisa liat Eita topless dengan badan penuh tattoo :p

Dari sinematografi-nya, cantik beneeeeur…. Gambarnya bagus, meskipun rada musingin juga tiap ada scene yang jungkir balik muter-muter gitu. Tapi saya suka penggambarannya :D

Tapi khas-nya film Jepang, film ini alurnya lambat banget. Jadi bikin terasa sepi dan juga bikin gampang bosen. Tapi karena saya suka ide ceritanya, 4 bintang deh.

Note: film ini bisa dibilang bukan tipe film yang menghibur karena lebih bikin depresi. Mungkin cocok buat yang suka film-film yang kelam dan rada surreal.

[Dorama REVIEW] Mr. Brain (2009)


Salah satu dorama yang baru banget saya tonton. Mr. Brain bercerita tentang Tsukumo Ryusuke (Kimura Takuya), seorang host club yang pada suatu malam mengalami kecelakaan yang berpengaruh pada otaknya. Kecelakaan itu membuat Tsukumo jadi memiliki kecerdasan yang bisa dibilang di atas rata-rata. Perubahan lainnya adalah dia jadi tidak tertarik pada wanita.Setelah kejadian tersebut Tsukumo memutuskan untuk mengambil studi di bidang otak dan lulus dengan gemilang setelah lima tahun. Setelah itu dia diterima untuk bekerja di IPS (Institute of Police Science).

IPS sendiri merupakan suatu organisasi atau badan yang merupakan bagian dari kepolisian yang bertugas untuk menyelidiki kasus ditinjau dari segi science-nya. IPS ini terdiri dari beberapa bagian, yang saya sendiri lupa apa nama-namanya ^^. Yang jelas ada bagian yang meniliti forensik medis, yang meneliti suara, video-video kejadian, dan lain-lain. Tsukumo sendiri ditempatkan di bagian neurology / neuroscience, didampingi seorang asisten bernama Yuri Kazune (Ayase Haruka).

Sejak awal bergabungnya Tsukumo di IPS, dia sudah berhasil membantu kepolisian dalam suatu kasus. Sejak itu dia banyak memecahkan berbagai macam kasus yang terjadi di Jepang, bekerja sama dengan (dari pihak kepolisian) Tanbara Nomomi (Kagawa Teruyuki) dan asistennya Hayashida Toranosuke (Mizushima Hiro). Dengan kecerdasan otaknya, Tsukumo mampu memecahkan berbagai macam kasus dengan memakai neurology.

My opinion:

Saya suka dorama ini! Bagus! Dorama ini menghadirkan kasus-kasus yang bisa dibilang tidak biasa. Contohnya di episode 2, ada sebuah kasus pembunuhan yang di TKP-nya terdapat sidik jari dari seorang tersangka yang sudah dihukum mati beberapa tahun yang lalu. Atau ada juga kasus yang melibatkan seseorang yang memiliki penyakit amnesia setiap jam. Dan hal-hal itu bisa diselidiki dengan neurology. Seperti kata Tsukumo, otak tidak bisa berbohong. Dan, meskipun ceritanya cerita detektif, tapi gampang dimengerti kok dan banyak unsur komedinya.

Dari segi akting, saya suka banget sama akting semua pemainnya. Kimutaku, udah gak diragukan lagi aktingnya, dia berhasil banget jadi Tsukumo yang ‘unik’, kocak, dan punya sifat seenaknya. Saya suka ekspresinya yang kadang datar tapi lucu. Ayase Haruka, saya belum pernah nonton dorama yang ada dia-nya, tapi saya suka aktingnya jadi Yuri. Kocak banget tiap liat adegan dia yang dipermainkan oleh Tsukumo ^^. Mizushima Hiro? Hiyaaaaa kawaii banget dia di sini. Di sini Hiro berperan jadi seorang polisi yang polos dan rada penakut, tapi semakin lama keberaniannya semakin besar. Beneran deh dia kawaii banget di sini, apalagi tiap liat ekspresinya yang sedikit bego. Kawaii xDD. Kagawa Teruyuki juga sukses memerankan Tanbara-san yang pemarah dan sedikit gengsian. Lucu banget liat bagaimana interaksi dia dengan Tsukumo, dari awalnya yang ogah banget buat minta bantuan dari Tsukumo, hingga belakangan akhirnya mereka bisa jadi partner yang cocok.

Yang menarik lagi dari dorama ini, kita mendapat pengetahuan-pengetahuan seputar otak manusia. Seperti bahwa makanan manis (seperti pisang. Sumpah, abis nonton dorama ini saya jadi pengen makan pisang) baik untuk otak. Atau bagaimana cara mengenali orang berbohong, bermain jankenpon, dan lain-lain.

Dan….satu lagi kelebihan dorama ini. BINTANG TAMUNYA ITU LOH!! Keren-keren! Setiap episode pasti ada aja artis terkenalnya yang jadi bintang tamu. Contohnya Ryoko Hirosue, GACKT (dan disini dia jadi kanibal), Koyuki, Nakama Yukie, Sato Takeru (hiyaaaaa…..ganteng banget dia di sini XDD), Kamenashi Kazuya, Aibu Saki, dan masih banyak lagi. Dan meskipun jadi guest yang cuma tampil se-episode (paling banyak 2 episode), mereka mampu memerankan perannya dengan sangat maksimal. Terutama Nakama Yukie, keren banget akting dia di sini. Jadi, 4,5 bintang deh :)

Lebaran

Just short post. Cuma mau ngucapin: SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 HIJRIAH. Mohon maaf untuk segala kesalahan saya baik yang disengaja maupun gak disengaja, mohon maaf jika ada postingan yang mungkin melukai hati anda *lebay*, mohon maaf juga karena blog ini sekarang jadi jarang dimutakhirkan *diupdate maksudnya*.

Ngomong-ngomong saya baru pulang dari kampung saya tepatnya dari rumah nenek saya di Pelabuhan Ratu. Cuma sebentar sih di sana. Dari sehari sebelum lebaran dan di hari lebaran pas sorenya udah pulang lagi ke rumah. Lebaran tahun ini bisa dibilang sama aja kayak tahun kemaren. Oiya selama di sana saya capek banget ngurus keponakan (tepatnya anak sepupu) saya si Haikal yang sekarang usianya udah 2 tahun 4 bulan. Sumpah hiperaktif banget itu batita, gak mau diem banget. Btw jadi kepikiran, ngurusin anak orang aja udah repot, apalagi ntar kalo saya punya anak sendiri (suatu saat lho).

ja, gak bakal panjang-panjang. Sekali lagi met lebaran ya teman-teman. Semoga kita bisa dipertemukan kembali dengan ramadhan dan idul fitri tahun depan, dan semoga kita bisa menjadi lebih baik lagi setelah idul fitri ini :)

[Review] My Sister's Keeper (novel)


Ya, akhirnya setelah sekian lama gak bikin review saya kembali dengan review sebuah novel. Yang saya review ini adalah MY SISTER’S KEEPER, karangan Jodi Picoult. Saya pinjem novel ini dari kakak saya (yg sebetulnya sama sekali belum dibaca sama dia karena sibuk skripsi), dan sama sekali gak nyesel bacanya. Bagus! Beneran bagus banget.

Jadi My Sister’s Keeper bercerita tentang Anna, gadis cilik berusia 13 tahun *eh, apa 11 tahun ya?*, yg bisa dibilang sengaja dilahirkan untuk menyelamatkan kakaknya, Kate, yg sejak berumur 2 tahun terkena leukemia. Tidak ada donor yang cocok untuk Kate, baik dari pihak keluarganya maupun orang lain. Karena itulah atas saran dari dokter, kedua orang tua Kate (Sara & Bryan) merencanakan untuk membuat anak lagi, yang sudah dirancang untuk memiliki gen yang sama/cocok dengan gen Kate. Setelah itu Anna pun lahir, dan beberapa jam setelah dia lahir, Anna sudah harus menyumbangkan sel darah tali pusat untuk Kate.

Awalnya memang Anna dibutuhkan untuk mendonor sel darah tali pusat saja. Namun, seiring berjalannya waktu penyakit Kate semakin parah sehingga Anna pun harus menjalani berbagai macam operasi, transfusi darah, sampai mendonorkan sumsum tulang belakangnya agar Kate dapat bertahan hidup. Menginjak usia remaja Anna mulai mempertanyakan tujuan hidupnya. Sampai kapan dia harus menyuplai kebutuhan kakaknya? Sampai suatu hari, Kate dinyatakan terancam gagal ginjal. Sehingga orang tuanya meminta Anna untuk menyumbangkan ginjalnya. Namun kali ini ia menolak permintaan ibunya tersebut dan mengambil keputusan untuk menggugat orang tuanya agar memperoleh hak atas tubuhnya sendiri. Dengan tabungan yang dimilikinya, ia menyewa seorang pengacara bernama Campbell Alexander untuk membantunya. Hal ini tentunya berpengaruh sangat besar pada dirinya, orang tuanya, serta mungkin akan mengancam hilangnya nyawa dari kakak yang sangat disayanginya.

Saya bener-bener suka sama novel ini. Ceritanya bener-bener menyentuh, dan gaya penulisannya enak banget untuk diikuti (walopun saya baca versi terjemahannya, 2 jempol untuk penerjemahnya karena terjemahannya enak banget dibaca). Novel ini terdiri dari beberapa bab dan ditulis dari berbagai sudut pandang (Anna, Campbell, Sara, Bryan, Jesse, Julia, Kate) sehingga kita bisa merasakan pikiran dari masing-masing tokohnya.

Beneran deh, buku ini bener-bener mengaduk-aduk emosi saya *lebay*. Di lain hal saya kesel sama Sara, yang sedikit terlihat pilih kasih. Namun saya gak bisa gak simpati sama dia, karena emang rasanya menyakitkan menjadi orang tua dari anak yang hampir sekarat. Tapi tetep aja, harusnya dia mengerti bahwa kematian pasti akan terjadi, dan yang dia lakukan hanyalah menunda kematian anaknya, sementara dia tidak sadar masih ada anaknya yang lain yang masih hidup dan butuh kasih sayang darinya.

Terus, untuk tokoh Anna, bisa dibilang dia jadi agak plin plan di sini. Di satu sisi dia ingin memperoleh hak atas tubuhnya sendiri. Namun di sisi lain dia tidak tega melakukan hal ini pada Kate karena itu akan berpengaruh besar pada kakaknya itu.

Dan endingnya itu, huwaaaaaa…..bener-bener gak nyangka endingnya bakal kayak gitu. Bagus sih, tapi saya jadi kesel sama Jodi Picoult. Kenapa? Baca aja deh biar tau ^^ *ndak mau spoiler*. Yang jelas novel ini sangat recommended. Dan udah dibikin filmnya loh! Dengan Abigail Breslin sebagai Anna dan Cameron Diaz sebagai sang ibu, Sara. Saya belom nonton dan penasaran banget sama filmnya itu. Penasaran sama aktingnya Abigail Breslin berhubung saya suka banget sama aktingnya di Little Miss Sunshine. Semoga bisa sebagus novelnya berhubung liat trailernya tampaknya filmnya pun oke. Karena kayaknya ga mungkin ditayangin di Indonesia, saya cari dvd bajakannya aja ah hahaha *ditendang*

~random

currently listening: Lily Allen - LDN

ehem. lagi-lagi blog ini ditelantarkan. Enggak ah saya ga mau nyalahin microblog lagi karena saya jarang update, ini sih emang si priska-nya aja yg males. Ini pun sekedar ngisi karena ga mau keliatan bolong satu bulan di archives-nya ^^.

oh iya, SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA ya bagi yang menjalankannya. Bener-bener bersyukur karena masih bisa ketemu bulan Ramadhan tahun ini. Semoga saya masih bisa ketemu bulan ramadhan tahun-tahun berikutnya. Amin.

Fyi, ini adalah ramadhan kedua tanpa ayah saya. Dan tanggal 21 Agustus kemaren sudah tepat setahun sejak meninggalnya beliau. Rasanya, pasti sedih ya, dan kangen juga. Jadi inget ramadhan tahun2 sebelumnya waktu ayah saya masih ada, dimana ayah saya yang selalu bangun paling awal dan membangunkan orang-orang rumah. Kangen banget masa itu. Apalagi dulu kalo ayah saya gak bangun (kesiangan) kita seluarga pun kesiangan karena ga ada yg ngebangunin ^^.

oke, ganti topik. Bentar lagi udah mau masuk kuliah. Pokoknya di semester 3 ini IP saya harus naek, masih sakit hati gara2 semester 2 kemaren IP saya turun drastis (tapi masih di atas 3 untungnya). Dan niatnya semester ini saya mau ngambil mata kuliah ke atas. Pokoknya semester ini harus OKE! *mata membara ala manga*

Oh iya kemaren baru aja beres pra-mabim (pra-ospek jurusan). Lumayan menyenangkan. Rasanya aneh ya udah ngospek lagi, padahal rasanya baru kemaren saya diospek (alah pris klise klise). Tapi mabimnya sendiri dimulai Oktober abis lebaran. Doakan sukses ya minna :D

ja, segitu aja ya, bye cycle. sekali lagi selamat berpuasa ya ^^